Kamis, 19 Januari 2017

Rabu, 18 Januari 2017

Happy -1, Weirdo!

Bismillahirrahmanirrahiim.

This is my first blog article at 2017.

Kali ini aku serius. Ada hal yang ingin ku-sharing bersamamu, Kawan. Sesuatu yang membuatku lelah, dan tahu bahwa manusia adalah perusak segala hal.

Sebelumnya, aku ingin bertanya padamu, Kawan. Apa sih arti bahagia menurutmu? Apakah kalian sudah merasa bahagia?

Sebagian darimu pasti menjawab, bahwa diri telah bahagia, dengan berbagai alasan; harta benda terus mengalir, travelling keliling dunia, berkecukupan kasih sayang, sehat wal’afiat, dan sebagainya. Namun, sebagian darimu pula pasti juga menjawab, bahwa hidup tak adil, dan kalian tidak berbahagia sama sekali ketika menginjakkan kaki di muka bumi yang kecil ini, juga dengan berbagai alasan; broken home, merasa diri tidak cantik atau tampan, nama baik tercemar, diri terlibat dalam proses pengadilan kejahatan (baik yang bersalah maupun tidak bersalah), merasa diri kekurangan, dan sebagainya.

Kalian pasti salah satu dari itu. Akupun begitu. Tak dipungkiri, kita memang telah mengguratkan berbagai garis dalam kehidupan kita; pengalaman, sekecil apapun itu, sehingga rasa bahagia tersebut terbentuk atau tidak sama sekali.

Setelah aku melewati masa 22 tahun dalam hidupku, aku sedikit banyak telah mengalami berbagai pengalaman pahit. Aku tidak sendiri di sini, setidaknya ada miliaran orang yang mengalami nasib sama sepertiku, hanya saja, berbeda pengalaman, waktu, tempat, dan tentu orang – orang yang terlibat di dalamnya.

Yang kupelajari; uang merupakan salah satu sumber yang dapat mengakibatkan berbagai perkara dan juga kemuliaan. Balance? Perhaps. Bisa juga tidak. Aku tidak mungkin menghitung satu persatu perkara atau kemuliaan di dunia ini yang dihasilkan oleh lembar kertas yang menjadi sumber sesuap nasi itu.