Minggu, 31 Juli 2016

July 25th, 2016

Bismillahirrahmanirrahiim.

Otakku masih beku. Padahal, malam - malam sebelumnya, aku memiliki banyak ide untuk menulis.

Mungkin ini saja ya malam ini.

Dengan alunan lagu Payung Teduh, malam ini aku ingin berbagi kebahagiaan bersamamu, Kawan. A historical moment in my life.

July 25th, 2016. Nama lengkapku bertambah di hari itu.

Nona Winda, S. Pd.


Ya, aku resmi menjadi sarjana kala itu. Suatu hal luar biasa dalam hidupku selama 21 tahun ini. Aku dapat melangkah sejauh ini, dengan ridhaNya, dengan dukungan keluarga, sahabat, teman, dan semua orang yang kukenal dalam hidupku.


Perjuangan, rasa kecewa, pengorbanan, peluh, ketulusan, semua adalah pembentuk rasa bahagia yang kualami saat ini.


I wanna say thanks. Thank you so much for your support. For all my best. Alhamdulillah.

But, this is the beginning of the future. Be brave. Be strong. Bismillah.


***

Terima kasih.

Aku ingat masa laluku yang kelam. Di mana aku merasa tidak bahagia, karena belengguku sendiri. Aku masih menutup diri kala itu, dengan segala kekurangan yang tak pernah aku syukuri sedikitpun.

Aku ingat, ketika Ibu memelukku dan air mata beliau tumpah, membasahi kepalaku. Aku ingat, aku menoleh ke belakang ketika aku pergi, dan masih melihat Ibuku menangis. Aku ingat, sejak berpisah dengan keluarga, aku berusaha untuk menghubungi mereka lewat satu SMS. Aku ingat, aku jarang sekali mengobrol hangat dengan mereka, dulu. Aku ingat, betapa aku sangat merindukan mereka. Aku ingat, betapa bodohnya aku, dulu pernah bercita – cita memisahkan diri dari orangtuaku, sebelum aku berangkat ke kota rantauan. Aku ingat, aku sempat hampir putus kuliah saat aku menginjak tahun kedua perkuliahan. Aku ingat, betapa sakitnya aku saat kupikir sudah tak ada harapan lagi untuk menyambung kuliah. Aku ingat, betapa sakitnya ketika aku meninggalkan semua kenangan di kota rantauan yang lebih kukenal ketimbang kota kelahiranku sendiri. Aku ingat, betapa kupernya aku sejak sekolah hingga kuliah. Aku ingat, betapa tidak fashionable-nya aku dalam berpakaian. Aku ingat, aku pernah hampir putus asa dan bunuh diri hanya karena pikiranku masih dalam jangka pendek. Aku ingat, ketika aku memiliki dunia fantasiku sendiri yang berisi tokoh – tokoh terpenting dalam hidupku. Aku ingat, ketika aku bermonolog dengan fokus dan penuh penghayatan. Aku ingat, betapa sakitnya ketika aku harus jauh dari orang – orang yang kusayangi. Aku ingat, ketika aku tak bisa memilih mana yang baik dan yang buruk untukku. Aku ingat, aku pernah hinggap pada kehidupan orang – orang yang kurang tepat untuk kumasuki kehidupannya. Aku ingat, ketika aku mengguratkan perasaanku dalam berlembar – lembar kertas. Aku ingat, ketika pikiranku tak lagi jernih. Aku ingat, ketika berbagai ketakutan menyergap menyelimuti sukmaku. Aku ingat, ketika aku tersenyum untuk menahan luapan tangisan di hatiku. Aku ingat, ketika aku tak sempat meminta maaf atas kesalahanku pada orang lain. Aku ingat, ketika belenggu diriku mencapai klimaks yang tersedu – sedu.

Aku ingat, ketika aku hanya bermodalkan mimpi dan kemauan, untuk melanjutkan hidup. Aku ingat, ketika aku merasakan jatuh cinta. Aku ingat, ketika semangatku tumbuh perlahan. Aku ingat, ketika aku mulai kuat menghadapi semuanya. Aku ingat, ketika belenggu diriku sudah mulai terlepas. Aku ingat, ketika aku merasa hidup dengan bernyanyi dan bertutur sapa terhadap alam. Aku ingat, ketika aku menjadi seorang maniak hijau kala SMA kelas XII. Aku ingat, ketika aku berjam – jam menghabiskan waktu untuk berbagai novel atau komik. Aku ingat, ketika aku menyesal dengan perbuatan bodohku. Aku ingat, ketika aku menjadi seorang yang amat gemar menjahili orang lain. Aku ingat, ketika aku menjadi seseorang yang sangat dicintai dan mencintai. Aku ingat, aku pernah menjadi seseorang yang berarti bagi orang lain. Aku ingat, ketika banyak sahabatku yang mengingatkan aku ketika berbuat salah. Aku ingat, banyak canda, tawa, kekonyolan, keakraban yang tercipta selama aku mengenal siapapun. 

Aku ingat. Aku sangat ingat. Walaupun aku pelupa, tetapi aku tak lupa dengan rasanya. Rasa yang telah tercipta, dan menjadi memori dalam hidupku. Sedih, terluka, menangis, canda, tawa, bahagia, gembira, kasih sayang, penyesalan, khawatir. Semua rasa telah terbentuk. Terima kasih untuk kalian semua, siapapun, kalian yang mengenal, dan yang kukenal. Aku sangat berterima kasih, telah menjadikanku seperti sekarang ini, yang sampai saat inipun masih harus banyak memperbaiki diri.

Untuk gelar yang tak seberapa ini. Untuk ilmu yang masih sangat sedikit ini. Untuk awal mula masa depan yang tak pasti ini. Aku berharap, semoga ini menjadi batu loncatan yang cukup baik untukku melangkah lebih baik, dan jauh lebih menantang. Izinkan aku berbagi kebahagiaanku ini denganmu, Kawan. Serius, aku ingin kita bahagia bersama. Semoga kaupun berbahagia dengan apa yang kau miliki sekarang. Kita berusaha, dan kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki. Lalu, kebahagiaan akan datang, setiap waktu. Setiap hembusan napas. Setiap denyut aliran darah. Setiap mikromilimeter objek yang terlihat oleh mata. Bahagia.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar