Sabtu, 27 Februari 2016

Aku Jatuh Hati!

Bismillahirrahmanirrahiim.

Aku ingin menceritakan sesuatu yang sedang kurasakan saat ini. Sesuatu yang membuatku jatuh hati, karena dengan melihat senyuman dan semangat mereka yang luar biasa untuk belajar, hal tersebut membuatku bahagia. Ya, aku mulai mencintai profesi guru, yang sedang kugeluti praktiknya di SMK Negeri 1 Majalengka. Dan membuat tekadku semakin bulat untuk mendalami profesi yang satu ini!

Oke, kita mulai dari awal.

Cita – cita, impian, harapan dan tujuan. Aku yakin, semua orang, tak terkecuali, memiliki keempat hal tersebut. Sekecil – kecilnya keempat hal itu, setidaknya mereka memiliki alasan untuk bertahan hidup, karena tanpa semua itu, hidup seperti tanpa tujuan, hidup akan kehilangan arah. Dan aku adalah salah satu orang yang Allah takdirkan untuk memiliki hal tersebut, dengan berbagai rasa bimbang, ketakutan, dan kekalutan saat memilih hal tersebut.

“Saat besar nanti, kamu mau jadi apa?”, tanya seseorang padaku saat masih kecil.
“Aku ingin menjadi penyanyi”, jawabku.
“Aku ingin menjadi dokter”, jawabku pada orang dan waktu yang berbeda.
“Aku ingin menjadi artis”, jawabku lagi.
“Aku ingin menjadi pelukis”, jawabku lagi di lain waktu.
“Aku ingin menjadi guru”, jawabku lagi.

Sabtu, 06 Februari 2016

Seminar Perancangan Arsitektur

Bismillahirrahmanirrahiim.
Site Plan.
Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2016.
Museum Film.
Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2016.

Tanpa Judul

Mereka menyukaimu karena tampangmu.
Aku menyukaimu karena cara pikirmu.
Wajah bisa menua, tapi otak akan mematang.
Mereka akan marah jika chat-nya tak terbalaskan, aku malah bersyukur karena kamu bukan orang yang kecanduan bermain gadget.
Berbicara dengan cara bertatapan memang lebih baik.

Mereka ingin merantaimu, aku ingin terbang bersamamu.
Karena rasa hanya mengikat, tanpa pernah mengekang.
Mereka membencimu karena kamu berbeda, aku akan membencimu jika kamu berusaha untuk menyeragamkan dirimu.
Kamu unik seperti ini, tidak perlu berubah untuk disenangi orang lain.

Mereka berusaha mengejarmu mati – matian, aku berusaha berjalan bersamamu berdampingan.
Bagaimana bisa berpegangan tangan jika tidak bersampingan?
Mereka kesal karena kamu sibuk, aku senang karena kamu sedang mengejar mimpimu, karena mimpi adalah segalanya.

Mereka berdoa agar selalu bisa bersamamu, aku selalu berdoa agar kamu selalu bahagia.
Dan doaku selanjutnya adalah, “Semoga aku ada dalam skema bahagia kehidupanmu”.

-Fiersa Besari, 2016-