Rabu, 28 Desember 2016

Closing of 2016

Bismillahirrahmanirrahiim.

Kamis, 15 Desember 2016. Aku resmi memindahkan tali toga dari kiri ke kanan.
That day was my graduation!
Alhamdulillah.

Dan akhirnya, aku bisa tinggal beberapa minggu dengan Ibu, setelah tiga tahun tak bertemu. Always, on December, especially at its 13rd.





Closing of this year; 2016. It was the beginning of the future.

Senin, 19 Desember 2016

.

Perlahan semuanya terkuak, terkuliti hingga lapis terdalam.
Dan itu menyakitkan.
Namun, ada yang lebih sakit dari itu.
Kehilangan.

Minggu, 27 November 2016

.

Hidup ini penuh kejutan, ya.
Ketika berbagai rencana dan impian telah dipikirkan, kejutan itu akan memberikan berbagai rasa di dalamnya.
Selamat terkejut, Kawan.

Kamis, 17 November 2016

Weirdo

Bismillahirrahmanirrahiim.

Holaaa~

Sedih tak sedih, senang tak senang, hidup ya tetap hidup. Harus berjalan sebagaimana mestinya. Keep struggle hah!

Sekarang, aku ingin menceritakan beberapa hal yang tidak penting. Jadi, jangan dibaca, aku takut kalian mengalami gangguan kejiwaan setelah ini. Lol.

Sedikit cerita tentangku, yang semakin hari semakin aneh.

Banyak orang yang bilang aku aneh. Mulai dari fashion style, sikap, candaan, selera musik, pemikiran, dan sebagainya. Karena banyak yang mengatakan seperti itu, dan aku merasa seperti itu, ya kuakui, aku memang aneh. Random. Simple. Canggung. Moody. Konservatif. Individualis. Sok merasa benar.

Senin, 14 November 2016

Fucking Money

Bismillahirrahmanirrahiim.

Tak dipungkiri, semakin banyak usia yang kita lewatkan, semakin banyak pula pelajaran hidup yang silih berdatangan. Aku pernah mengalami kejadian pahit, tetapi seiring berjalannya waktu, kejadian baru ternyata lebih pahit lagi rasanya. Dan semua orang seperti itu, hanya saja kita berada pada jalur masing - masing.

Suatu hari, aku bertanya, "Bagian fisik mana yang paling kamu suka dariku?"

Dia mengatakan padaku,"Mata. Matamu mencerminkan kesedihan. Kesedihan yang kamu dapatkan dari berbagai masalah yang kamu hadapi. Itu sebabnya, aku ingin bersamamu, karena kamu sudah mengalami berbagai pengalaman pahit dalam hidupmu, dan kamu telah keluar dari zona nyamanmu."

Ya, semua itu benar. Aku telah keluar dari zona nyamanku. Aku bukan lagi anak yang bisa bermanja diri dengan orangtua. Aku bukan lagi seseorang yang berteriak ketika berada di wilayah asing. Aku bukan bermaksud sombong. Hidup ini keras, Kawan. Aku telah mengalami banyak hal yang menyakitkan dalam hidupku. Dan aku masih di sini, mungkin berkat semua doa darimu, Kawan. Aku sangat berterimakasih atas apa yang telah kalian lakukan untukku, walaupun kita tak pernah bertatap muka.

Kamis, 10 November 2016

Pulang

Bismillahirrahmanirrahiim.

"Ini bukan musibah, ini pelajaran hidup bagi kalian."
"Aku berada di tengah - tengah, antara malaikat dan iblis."
"Kamu tak pernah merasakan apa yang aku rasakan."
"Mereka masih kecil, mereka masih membutuhkan kasih sayangmu."
"Maafkan aku, aku tak bermaksud menyakitimu, kau salah paham, karena aku hanya meminta klarifikasi. Ya, seharusnya aku tak perlu menangis dan membentakmu. Maafkan aku."
"Semuanya dimulai sejak dulu."
"Biarkan dia kuliah, sayang sekali jika beasiswanya tak berguna."
"Aku lelah dengan dia, aku lelah dengan semua ini."
"Kau sombong."
"Aku rindu dengannya."
"Aku sayang dia."
"Aku ingin membahagiakan mereka."

Senin, 07 November 2016

Forgive Us, Mom, Please

Bismillahirrahmanirrahiim.

Ibu, tenangkan dirimu. Kami menunggumu, sampai keadaan hatimu kembali damai.
Maafkan kami yang tak pernah mengerti perasaanmu. Maafkan kami karena tak bisa merasakan sakit yang Ibu rasakan.

Kami mencintaimu, Ibu.
Kami mencintaimu dengan segenap jiwa dan raga kami.
Kembali ya, Bu. Kami menunggu di sini.


Peluk hangat.



Anak - anakmu, dan suamimu.

Senin, 31 Oktober 2016

Month(s)

Bismillahirrahmanirrahiim.

Holaaa, para pembaca yang tak terlihat!

Wah, sepertinya berabad - abad lalu waktu yang kugunakan untuk menulis sebuah artikel yang tidak penting pada blog-ku yang aneh ini. And you have to know, I'm getting weird, and more weird until now!

Well, aku masih berjuang di masa transisi seorang graduate yang benar - benar fresh dari sumbernya; kampus. Pemasukan tidak ada, masa kontrak my boarding house yang hampir habis, kiriman uang yang semakin surut, bahkan terputus, kebosanan yang melanda karena tak memiliki kegiatan yang berarti, kira - kira seperti itulah gambaran masa transisi yang aku, atau kalian pernah, atau sedang, atau akan melanda kalian nanti. Go to many of job fairs, interview di banyak perusahaan, berusaha membujuk kenalan atau channel orang dalam untuk suatu pekerjaan yang berarti bagi masa depan. Kyaaa, we're the same! 

Saat sidangku digelar at the last July, maka Agustus adalah bulan yang paling menyengsarakan bagiku. I have no job, every single job. No money.

Minggu, 31 Juli 2016

July 25th, 2016

Bismillahirrahmanirrahiim.

Otakku masih beku. Padahal, malam - malam sebelumnya, aku memiliki banyak ide untuk menulis.

Mungkin ini saja ya malam ini.

Dengan alunan lagu Payung Teduh, malam ini aku ingin berbagi kebahagiaan bersamamu, Kawan. A historical moment in my life.

July 25th, 2016. Nama lengkapku bertambah di hari itu.

Jumat, 08 Juli 2016

Wanita Seutuhnya

Bismillahirrahmanirrahiim.

Entahlah. Rasanya aku ingin menulis sesuatu saat memulai ini. Aku sudah banyak menunda ide - ide tulisanku. Dan aku perlahan lupa, mulai pudar dengan ide tersebut.

Oh, mungkin ini. Aku ingin menceritakan sesuatu padamu, Kawan. Setidaknya aku mulai menulis lagi.

Aku masih merasa menjadi anak perempuan ingusan yang baru lahir kemarin senja. Beberapa hal ini yang membuatku yakin.

Pertama. Sering aku melihat beberapa wanita dengan kerudung yang sangat panjang dan besar seperti mukena saat berada di tempat umum. Kau tahu, Kawan? Sungguh, wanita berkerudung itu membuatku jealous. Dengan keyakinan yang teguh, mereka bisa mempertahankan apa yang ada pada penampilan mereka. Jealous, karena mereka sudah terlebih dahulu menjadikan diri mereka sebagai objek keimanan yang ikhlas dan taat, sedangkan aku di sini masih terpuruk dengan berbagai dosa, dengan penampilan yang belum seutuhnya menutupi tubuhku, dengan maksiat yang terus menjalari kehidupanku. Aku belum merasa menjadi wanita seutuhnya.

Kedua. Sering aku melihat beberapa pasangan muda - mudi yang berjalan berdua dengan mesra. Aku merasa biasa saja. Namun, aku jealous, ketika melihat pasangan suami istri yang hilir mudik, dengan sang istri yang berkerudung panjang, dengan cadar hitam yang menutupi wajah dan hanya memperlihatkan mata mempesona dari sang istri. Dengan sang suami yang berjenggot dan berkumis, berpakaian stylish ala anak muda yang masih melajang. Mereka tertawa, bermain, saling menatap, saling berpegangan tangan, saling bersandar. Cukup menahun juga aku merasakan kesepian, karena keluargaku nun jauh di sana, sehingga hari - hariku benar - benar sangat sendiri. Aku belum merasa lengkap sebagai seorang wanita.

Ketiga. Sering aku melihat ibu - ibu yang menggendong anaknya yang masih bayi, yang mengajari anaknya berjalan, yang tertawa dan bermain bersama, yang menyusui anaknya setiap saat. Betapa bahagianya menjadi seorang ibu. Mencurahkan segala sesuatu yang dimiliki oleh seorang perempuan kepada sang anak yang terlahir dari rahimnya. Aku ingin merasakan semua itu. Menjadi seorang ibu.

Keempat. Sering aku melihat resep makanan. Sering aku melihat banyak perempuan, bahkan laki - laki yang mampu memasak makanan apapun. Aku? Menggoreng telur yang tak keasinan saja sudah bersyukur. Padahal Ibuku jago dalam memasak. Kue, yang asin, yang manis, semua bisa diolah oleh beliau. Jarak yang memisahkan kami membuatku tak kecipratan keahlian Ibu. Sembilan tahun. (Aku merindukannya, dan baru saja aku mendengar suaranya. Begitu indah, begitu kurindukan).

Lalu, kapan aku pantas seperti itu? Kapan aku bisa seperti itu? Kapan aku bisa menjadi wanita seutuhnya? 

Pasti, suatu saat nanti. I'm on the way. Kawan, ayo kita bersama melangkah. Semua ini butuh waktu. Semua ini butuh proses. Semangat!!

Rabu, 18 Mei 2016

Rieut

Bismillahirrahmanirrahiim.

Rasanya ingin sekali menulis sesuatu. Namun, aku masih membeku dengan proposal skripsi yang belum kunjung ku-seminar-kan. Rieut, Bray. Ingin geura - geura memakai toga, tetapi progress skripsi masih begini adanya. Malu aku.

Yah, setidaknya aku bercerita denganmu malam ini, Kawan.

Selamat dini hari. Langitnya menakjubkan.

Jumat, 29 April 2016

Kyaaaa!!!

Bismillahirrahmanirrahiim.

AAAAAAAA, BESOK UJIAN PPL!!
AKU DEG - DEGAN!!

Bismillah, fighting!! Doakan kami ya, Kawan, aku, sahabatku Kurnia, dan Jepri besok harus melaksanakan ujian PPL di kelas X - TB SMK Negeri 1 Majalengka.

Ini akan mengalun indah, kau tahu. InsyaAllah.

Sabtu, 16 April 2016

Angin

Bismillahirrahmanirrahiim.

Di senja nan syahdu ini, angin kering bertiup semilir, menyentuh dedaunan yang berirama karena sentuhannya. Berbagai spesies bergerak menyatukan dirinya dengan angin itu, adapula yang melawannya. Air sawah yang belum ditanami bibit padi, bergeming menyapa angin itu. Sang petani yang sedang membajak sawahpun tak sampai hati membiarkan angin lewat begitu saja. Ya, tentu, zat tak berupa dan tak berbau itu dihirup dalam, dan dihembuskan kembali sebagai alur kehidupan.

Di atasnya, langit dan matahari menyapa dengan indah dan terik. Awan – awan membentuk pola naturalis yang sangat indah, karya Sang Maestro yang luar biasa menakjubkan. Putih seperti kapas, biru seperti biasan cahaya pada air di laut. Sungguh, tempat – tempat inilah yang dilalui oleh angin kering tadi. Begitu mempesona, indah tak terperi. Namun, di balik langit itu, ada berjuta tempat di dunia ini, yang telah dijelajahi oleh Sang Angin. 

Kamis, 17 Maret 2016

Balada Bumi dan Surya

Bismillahirrahmanirrahiim.

Sebutir pasir di hamparan samudera luas,
Terombang ambing,
Mengikis karena tergerus air,
Asin tanpa bau,
Dan perlahan hilang,
Melebur bersama udara.

Lalu, transformasi itu menghasilkan atom udara,
Tak berbau, tak pula berasa,
Namun, kau dapat merasakannya,
Begitu menghujam kalbu,
Menggugah sukma.

Setelah dia melihat dunia,
Berkumpullah dia bersama yang lain,
Mengepul dalam mutasi kapas putih,
Kemudian menjadi kelabu,
Berat dan besar.

Tumpah!
Semua pecah, berurai tetesan langit,
Halilintar menggema,
Langit begitu suram,
Anak ayam yang belum menetaspun ketakutan dibalik cangkangnya.

Kuajak adikku keluar rumah,
Kukatakan kepadanya, "Indah, bukan?",
Sang Tangisan mereda,
Cakrawala merona,
Warna warni yang indah tak terperi muncul dengan malu di ujung Sang Tangisan,
Pelangi!!
Kamipun bersorak.
Lengkung nan elok, tanda senyum cakrawala kepada Sang Tangisan.

Perlahan, Sang Surya menyapa,
Lalu bersabda,
"Sudahkah kalian terima semuanya, Wahai Bumi dan seisinya?"
"Sudah".
"Apa yang kalian rasakan?"
"Awalnya, kami merasa kehilangan arah, ketakutan. Namun, perlahan, kami menjadi kuat, dan akhirnya, kini, setelah Kau hadir, kami bahagia".
Sang Surya tersenyum.
Lalu, bersabda lagi,
"Berarti kalian merindukanKu?"
"Ya, kami merindukanMu, dan selalu membutuhkanMu".
"Kalian tahu, mengapa semua itu terjadi?"
"Tidak".

"Inilah alasannya. Aku begitu mencintai kalian semua. Namun, aku tak ingin kalian menjadi manja, melainkan tangguh dan kokoh. Aku menciptakan semua kejadian itu untuk menempa kalian, agar menjadi kuat. Dan mengasah, sejauh mana kerinduan kalian terhadapKu".

Secepat kilat, seisi Bumi memeluk Sang Surya dengan erat.

Minggu, 13 Maret 2016

Andrea Hirata; Ayah

Bismillahirrahmanirrahiim.

Wahai Kawanku, aku baru saja membaca suatu kisah, entah fiksi atau nyata, kisah tersebut begitu membuatku tergugah. Ya, lagi – lagi, Andrea Hirata mencuri sukmaku, karena kisah yang dituangkannya dalam sebuah novel.

Dulu, aku membaca karya beliau yang berjudul Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov dan Cinta di Dalam Gelas. Maryamah Karpov aku pinjam dari kawan SMP-ku, Kasyfur, dan novel itu kubaca saat Ujian Nasional SMP menjelang. Sedangkan novel lainnya lupa, entah dari siapa aku meminjamnya. Novel debut pertama beliau; Laskar Pelangi, tak sempat kubaca, tetapi aku menontonnya di bioskop bersama Bulek dan keponakan Bulekku kala SMP. Filmnya saja sudah luar biasa, apalagi novelnya, pasti jauh lebih luar
biasa. Dan kali ini, saat membeli buku skripsi, aku tertarik dengan novel Andrea Hirata yang lain; Ayah.

Begitu melihat judulnya, covernya, tiba – tiba bayangan Bapak melintas dalam benakku. Sedang apa beliau sekarang? Bagaimana keadaannya saat ini?

Sabtu, 27 Februari 2016

Aku Jatuh Hati!

Bismillahirrahmanirrahiim.

Aku ingin menceritakan sesuatu yang sedang kurasakan saat ini. Sesuatu yang membuatku jatuh hati, karena dengan melihat senyuman dan semangat mereka yang luar biasa untuk belajar, hal tersebut membuatku bahagia. Ya, aku mulai mencintai profesi guru, yang sedang kugeluti praktiknya di SMK Negeri 1 Majalengka. Dan membuat tekadku semakin bulat untuk mendalami profesi yang satu ini!

Oke, kita mulai dari awal.

Cita – cita, impian, harapan dan tujuan. Aku yakin, semua orang, tak terkecuali, memiliki keempat hal tersebut. Sekecil – kecilnya keempat hal itu, setidaknya mereka memiliki alasan untuk bertahan hidup, karena tanpa semua itu, hidup seperti tanpa tujuan, hidup akan kehilangan arah. Dan aku adalah salah satu orang yang Allah takdirkan untuk memiliki hal tersebut, dengan berbagai rasa bimbang, ketakutan, dan kekalutan saat memilih hal tersebut.

“Saat besar nanti, kamu mau jadi apa?”, tanya seseorang padaku saat masih kecil.
“Aku ingin menjadi penyanyi”, jawabku.
“Aku ingin menjadi dokter”, jawabku pada orang dan waktu yang berbeda.
“Aku ingin menjadi artis”, jawabku lagi.
“Aku ingin menjadi pelukis”, jawabku lagi di lain waktu.
“Aku ingin menjadi guru”, jawabku lagi.

Sabtu, 06 Februari 2016

Seminar Perancangan Arsitektur

Bismillahirrahmanirrahiim.
Site Plan.
Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2016.
Museum Film.
Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2016.

Tanpa Judul

Mereka menyukaimu karena tampangmu.
Aku menyukaimu karena cara pikirmu.
Wajah bisa menua, tapi otak akan mematang.
Mereka akan marah jika chat-nya tak terbalaskan, aku malah bersyukur karena kamu bukan orang yang kecanduan bermain gadget.
Berbicara dengan cara bertatapan memang lebih baik.

Mereka ingin merantaimu, aku ingin terbang bersamamu.
Karena rasa hanya mengikat, tanpa pernah mengekang.
Mereka membencimu karena kamu berbeda, aku akan membencimu jika kamu berusaha untuk menyeragamkan dirimu.
Kamu unik seperti ini, tidak perlu berubah untuk disenangi orang lain.

Mereka berusaha mengejarmu mati – matian, aku berusaha berjalan bersamamu berdampingan.
Bagaimana bisa berpegangan tangan jika tidak bersampingan?
Mereka kesal karena kamu sibuk, aku senang karena kamu sedang mengejar mimpimu, karena mimpi adalah segalanya.

Mereka berdoa agar selalu bisa bersamamu, aku selalu berdoa agar kamu selalu bahagia.
Dan doaku selanjutnya adalah, “Semoga aku ada dalam skema bahagia kehidupanmu”.

-Fiersa Besari, 2016-