Sabtu, 09 Agustus 2014

Jaya, Si Kucing FPTK yang Gemar Hamil


Saat menunggu dosen untuk bimbingan pada tanggal 8 Agustus 2014, saya dan teman saya duduk di kursi tunggu di depan kantor Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur. Tak lama kemudian, datanglah seekor kucing gemuk, yang bernama Jaya. Entah siapa yang menamakannya Jaya, tetapi yang jelas, nama tersebut diambil dari slogan FPTK; FPTK I FPTK Jaya! Kucing tersebut selalu ada di FPTK UPI. Setiap kali bertemu, saya selalu melihat Jaya bergolek dalam keeksotisan dan keangkuhannya, seperti menarik orang untuk melihatnya.


Saat dia datang ke koridor tempat saya menunggu, Jaya langsung mengambil posisi di tengah koridor, dan dengan alunan gayanya, dia duduk dengan anggun. Dan, dia hamil! LAGI! Yaampun, saya, dan mungkin seluruh penghuni FPTK terheran – heran, mengapa Jaya selalu hamil dan hamil. Ketika Jaya tidak hamil, dia menebarkan pesonanya di lapangan FPTK, dengan posenya yang sempurna, dan mungkin itulah salah satu trik baginya untuk menarik kucing jantan dalam menghamilinya. Namun, jujur, baru kali ini saya suka dengan kucing. Jaya adalah tipe kucing yang ramah, bahkan tidak memberontak meskipun dimarahi. Dan baru kali ini pula, secara sadar, saya mengelus kucing, meskipun hanya keningnya saja. Jaya itu manis, tetapi juga jalang. Sedikit kasar memang julukannya, tetapi memang begitulah adanya.

Yang mengherankan lagi, saya tidak pernah melihat Jaya menyusui anak – anaknya. Lalu, setelah hamil berpuluhan kali, ke mana semua anak - anaknya pergi? Apakah ayah dari anak – anak kucing itu telah memenangkan persidangan hak asuh anak di gazebo FPTK? Ke mana rasa tanggung jawab seorang ibu terhadap anak – anaknya? Entahlah, hanya Tuhan dan Jaya yang tahu.

Saya memperhatikan Jaya yang sedang duduk di tengah koridor. Dengan angkuhnya, dia tetap bersikukuh duduk di sana. Meskipun orang berlalu lalang melewati koridor itu. Namun, tak seorangpun yang berani mengusirnya dari sana. Mereka tetap melewati Jaya, bahkan menertawai tingkah kucing hitam putih tersebut. Mungkin, inilah yang membuat Jaya betah berada di FPTK, karena semua penghuni FPTK tetap menghormatinya sebagai kucing yang beradab, meskipun dia jalang dan tidak bertanggung jawab. Dan mungkin, Jaya memiliki sejenis aura kehewanan yang begitu mempesona melalui pose keangkuhannya. Kucing aneh, jalang, tetapi saya tetap menyukainya.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar