Kamis, 10 Juli 2014

Siapa yang Salah?

EBIET G. ADE – BERITA KEPADA KAWAN

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan,
Sayang engkau tak duduk di sampingku, Kawan,
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan,
Di tanah kering bebatuan.

Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan,
Hati tergetar menampa kering rerumputan,
Perjalanan inipun seperti jadi saksi,
Gembala kecil menangis sedih.

Kawan, coba dengar apa jawabnya, 
Ketika dia kutanya mengapa,
Bapak ibunya telah lama mati,
Ditelan bencana tanah ini.

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya,
Kepada karang kepada ombak kepada matahari,
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu,
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit.

Barangkali di sana ada jawabnya,
Mengapa di tanahku terjadi bencana,
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita,
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa – dosa, 
Atau alam mulai enggan, bersahabat dengan kita,
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Pernah mendengar lagu ini? Lagu ini adalah salah satu lagu yang menginspirasi saya dalam merenungi negeri yang indah ini, Indonesia. Banyak kisah yang harus kita saksikan, pahami dan perbaiki. Anak jalanan, anak bahari, anak pedesaan, anak perbatasan, semua generasi muda yang ada di negeri ini, maupun yang merantau di negeri orang, merupakan aset berharga bangsa Indonesia. Dengan potensi dan bakat yang mereka miliki, Indonesia tumbuh berkembang dan menjadi bangsa yang bermoral, berintegrasi tinggi, serta bermartabat.

Namun, lihatlah. Dengan sistem pendidikan yang carut – marut, sistem politik yang mengutamakan uang, sistem ekonomi yang membuat masyarakat menjadi konsumtif, serta sistem sosial yang mengarah ke individualis, membuat generasi muda menjadi salah arah. Semua sistem berusaha untuk menutupi kesalahan, dan bahkan ada yang bangga dengan kesalahan – kesalahan yang mereka perbuat. 

Pekerja Seks Komersial mewabah di desa maupun di kota, korupsi yang memasuki segala aspek kehidupan, fitnah politik, inflasi yang tinggi, gelandangan dan pengemis bergelimpangan di jalanan, serta banyak lagi masalah yang mengancam negeri ini.

Di manakah moral bangsa ini, yang seharusnya menjunjung tinggi Pancasila?

Lalu, siapa yang patut disalahkan? Pemerintah? Masyarakat? Atau perkembangan zaman?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar