Selasa, 15 Juli 2014

Padalarang

Baru sebulan. Sebulan loh! Akhirnya saya buka padalarang lagi. Dan buat kop, LAGI. Liburan gini? Meni.

Tapi jadi lelet sekarang nge-kop-nya. Aduh gawat.

Eh, bentar. Padalarang? Apa maksudnya? Kota Padalarang? Gitu?

Bukan ai kamu! Padalarang itu adalah nama dari sebuah kertas, yang memiliki tekstur kasar. Menurut saya, memang lebih enak menggambar di padalarang sih. Tapi sekali kena gesekan penghapus, harus hati - hati, karena geseken penghapus yang terus menerus terjadi, dapat menimbulkan kerusakan pada kertas, dan jika kerusakan terjadi hingga berlubang, maka tahukah apa yang harus kita lakukan? Ada dua alternatif.

YANG PERTAMA : Jika kamu ingin mempertahankan gambar yang sudah kamu perjuangkan hingga titik darah penghabisan, dan kertas itu mengalami musibah berlubang, segera, ambil isolatif kertas dan tempelkan di bagian belakang kertas yang berlubang.

YANG KEDUA : Jika kamu sudah merasa jijik untuk memandangnya, beristigfarlah, dan bersegeralah untuk mengganti kertas, dan ulang gambarmu mulai dari awal.

Itu semua tergantung pilihan kamu. Apalagi kamu, iya kamu, yang berjurusan arsitektur. Padalarang itu adalah hidup dan matimu.

Semoga tips ini bermanfaat!

Posting-an ini antara penting dan ga penting. Hohoho.

Senin, 14 Juli 2014

Pilihan

Semua berawal dari niat. Percaya ga, dengan kalimat yang satu ini? Jadi, kalau ga ada niat, kita ga bisa mencapai sesuatu? Gitu?

Percaya ga, dengan yang namanya keberuntungan? Saya sih, ga begitu percaya. Toh semua yang kita dapatkan memang sudah sepantasnya kita dapatkan, karena semua itu bergantung dari kerja keras, doa dan pilihan yang kita tentukan.

Ngomong - ngomong soal pilihan, saya mau cerita tentang pilihan - pilihan saya, dulu. Banyak pertimbangan, banyak hal yang harus dikorbankan, banyak hal baru yang saya jumpai, dan itu sudah pasti, jika saya memilih sesuatu yang tak biasa saya jalani.

Sabtu, 12 Juli 2014

Karena Kita Punya Masalah

Luar biasa hari ini! Kemarin juga. Dua hari berturut - turut menjelajahi sebagian besar kota Bandung, yang sedemikian tak terlihatnya, jika di lihat dari peta dunia. Lelah, apalagi dalam keadaan bulan puasa seperti ini, cukup membuat tenggorokan dehidrasi dan badan lemas. Namun, apapun yang dijalani, selama itu dalam kebaikan dan perjuangan, tetap akan membuahkan hasil dan kemaslahatan bagi siapapun yang mengalaminya, termasuk perjalanan kami kemarin dan hari ini.

Kamis, 10 Juli 2014

Siapa yang Salah?

EBIET G. ADE – BERITA KEPADA KAWAN

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan,
Sayang engkau tak duduk di sampingku, Kawan,
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan,
Di tanah kering bebatuan.

Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan,
Hati tergetar menampa kering rerumputan,
Perjalanan inipun seperti jadi saksi,
Gembala kecil menangis sedih.

Kawan, coba dengar apa jawabnya, 
Ketika dia kutanya mengapa,
Bapak ibunya telah lama mati,
Ditelan bencana tanah ini.

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya,
Kepada karang kepada ombak kepada matahari,
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu,
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit.

Barangkali di sana ada jawabnya,
Mengapa di tanahku terjadi bencana,
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita,
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa – dosa, 
Atau alam mulai enggan, bersahabat dengan kita,
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Pernah mendengar lagu ini? Lagu ini adalah salah satu lagu yang menginspirasi saya dalam merenungi negeri yang indah ini, Indonesia. Banyak kisah yang harus kita saksikan, pahami dan perbaiki. Anak jalanan, anak bahari, anak pedesaan, anak perbatasan, semua generasi muda yang ada di negeri ini, maupun yang merantau di negeri orang, merupakan aset berharga bangsa Indonesia. Dengan potensi dan bakat yang mereka miliki, Indonesia tumbuh berkembang dan menjadi bangsa yang bermoral, berintegrasi tinggi, serta bermartabat.

Namun, lihatlah. Dengan sistem pendidikan yang carut – marut, sistem politik yang mengutamakan uang, sistem ekonomi yang membuat masyarakat menjadi konsumtif, serta sistem sosial yang mengarah ke individualis, membuat generasi muda menjadi salah arah. Semua sistem berusaha untuk menutupi kesalahan, dan bahkan ada yang bangga dengan kesalahan – kesalahan yang mereka perbuat. 

Pekerja Seks Komersial mewabah di desa maupun di kota, korupsi yang memasuki segala aspek kehidupan, fitnah politik, inflasi yang tinggi, gelandangan dan pengemis bergelimpangan di jalanan, serta banyak lagi masalah yang mengancam negeri ini.

Di manakah moral bangsa ini, yang seharusnya menjunjung tinggi Pancasila?

Lalu, siapa yang patut disalahkan? Pemerintah? Masyarakat? Atau perkembangan zaman?

Senin, 07 Juli 2014

Arsitektur? Apa Itu?

Dalam posting-an kali ini, saya akan menjelaskan apa itu arsitektur. Semoga bermanfaat!

1. Pengertian Arsitektur
Arsitektur adalah ilmu dan seni perencanaan dan perancangan lingkungan binaan (artefak), mulai dari lingkup makro—seperti perencaan dan perancangan kota, kawasan, lingkungan, dan lansekap—hingga lingkup mikro—seperti perencanaan dan perancangan bangunan, interior, perabot, dan produk. Dalam arti yang sempit, arsitektur sering kali diartikan sebagai ilmu dan seni perencanaan dan perancangan bangunan. Dalam pengertian lain, istilah “arsitektur” sering juga dipergunakan untuk menggantikan istilah “hasil-hasil proses perancangan”.

Kamis, 03 Juli 2014

Pemukiman Kumuh dan Liar

Nah, ada apa ini? Ada apa? Nah, loh!
Ya, kita ketahui, bahwa Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang ada di dunia ini. Coba kita pahami negeri ini, apa yang salah? Apa yang menyebabkan Indonesia bergerak lambat menjadi negara maju? Dan apa pula yang berkembang dari negara ini?

Rabu, 02 Juli 2014

Desain Interior

Menurut D. K. Ching, desain interior adalah merencanakan, menata, dan merancang ruang-ruang interior dalam bangunan. Tatanan fisik dapat memenuhi kebutuhan dasar akan sarana untuk bernaung dan berlindung, menentukan langkah sekaligus bentuk aktivitas, memelihara aspirasi dan mengekspresikan ide - ide yang menyertai segala tindakan, mempengaruhi penampilan, perasaan dan kepribadian seseorang. Sehingga maksud dan tujuan desain interior adalah untuk memperbaiki fungsi, memperkaya nilai estetis dan meningkatkan aspek psikologis dari ruang interior.

Menurut Sumardji (1995), desain interior adalah karya arsitek atau desainer yang khusus menyangkut bagian dalam dari suatu bangunan, bentuk-bentuknya sejalan perkembangan ilmu dan teknologi yang dalam proses perancangan selalu dipengaruhi unsur-unsur geografi setempat dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang diwujudkan dalam gaya-gaya kontemporer.

Desain interior terus mengalami perkembangan yang berarti, dan saat ini pula, beragam gaya yang digunakan pada desain interior cukup menarik minat penggunanya. Berikut adalah beberapa gaya desain interior yang pernah dan berkembang saat lampau, maupun saat ini.