Jumat, 16 Juni 2017

Manusia

Bismillahirrahmanirrahiim.

Ketika aku belum beranjak dewasa, Sang Khianat masih bersembunyi di balik kebaikan.

Ketika aku belum mengerti dunia, aku tertelan mentah – mentah atas manisnya berbagai hal.

Ketika aku belum tahu seperti apa kebenarannya, semua terasa lebih indah.

Ketika aku belum melakukan sesuatu yang besar, banyak orang yang menganggapku remeh.

Ketika aku masih berada di titik nol, banyak orang yang meninggalkanku.

Ketika aku berada di antara keramaian, aku merasa sendiri.

Ketika aku berada di antara manusia, aku merasa dikelilingi topeng berjalan yang menutupi muka dan hati iblis di muka bumi.

Ketika aku berada di antara saudara Raja Hutan di depan kamarku, aku merasa dikelilingi makhluk 
suci dari surgawi.

Ketika aku berada di masa jatuhku, hanya beberapa orang yang merangkulku dan menguatkanku.

Ketika aku berjuang terlebih dahulu di medan perang, manusia yang baru terjun sekarang ke medan perang menyombongkan diri dan menganggap dirinya hebat.

Ketika mereka baru merasakan sakitnya seperti ini, aku telah menambal rasa luka dan duka hingga berlapis.

Minggu, 12 Maret 2017

I'm The Second Lovely Woman, and He's My First Love

Bismillahirrahmanirrahiim.

“Selama kamu hidup hingga kini, saat apa yang menjadi momen terindah bagimu?”, tanyaku.
“Saat aku menemukanmu”, jawabnya.

“Apa hal yang menurutmu paling berharga dalam hidupmu?”, tanyaku lagi.
“Kamu dan keluargaku; dua perempuan dan dua lelaki. Namun, maaf, kamu wanita kedua yang ada dihatiku. Mama yang pertama”, jawabnya lagi.

“Bagaimana jika aku menjadi seorang ibu kelak?”, lagi – lagi aku bertanya. 
“Kamu akan menjadi seorang ibu yang luar biasa”, aku terpaku.

****

Aku ingin menuliskan sebuah renungan, Kawan. Bacalah, jika engkau ingin, aku tak memaksa.

Ibu.

Kamis, 19 Januari 2017

Rabu, 18 Januari 2017

Happy -1, Weirdo!

Bismillahirrahmanirrahiim.

This is my first blog article at 2017.

Kali ini aku serius. Ada hal yang ingin ku-sharing bersamamu, Kawan. Sesuatu yang membuatku lelah, dan tahu bahwa manusia adalah perusak segala hal.

Sebelumnya, aku ingin bertanya padamu, Kawan. Apa sih arti bahagia menurutmu? Apakah kalian sudah merasa bahagia?

Sebagian darimu pasti menjawab, bahwa diri telah bahagia, dengan berbagai alasan; harta benda terus mengalir, travelling keliling dunia, berkecukupan kasih sayang, sehat wal’afiat, dan sebagainya. Namun, sebagian darimu pula pasti juga menjawab, bahwa hidup tak adil, dan kalian tidak berbahagia sama sekali ketika menginjakkan kaki di muka bumi yang kecil ini, juga dengan berbagai alasan; broken home, merasa diri tidak cantik atau tampan, nama baik tercemar, diri terlibat dalam proses pengadilan kejahatan (baik yang bersalah maupun tidak bersalah), merasa diri kekurangan, dan sebagainya.

Kalian pasti salah satu dari itu. Akupun begitu. Tak dipungkiri, kita memang telah mengguratkan berbagai garis dalam kehidupan kita; pengalaman, sekecil apapun itu, sehingga rasa bahagia tersebut terbentuk atau tidak sama sekali.

Setelah aku melewati masa 22 tahun dalam hidupku, aku sedikit banyak telah mengalami berbagai pengalaman pahit. Aku tidak sendiri di sini, setidaknya ada miliaran orang yang mengalami nasib sama sepertiku, hanya saja, berbeda pengalaman, waktu, tempat, dan tentu orang – orang yang terlibat di dalamnya.

Yang kupelajari; uang merupakan salah satu sumber yang dapat mengakibatkan berbagai perkara dan juga kemuliaan. Balance? Perhaps. Bisa juga tidak. Aku tidak mungkin menghitung satu persatu perkara atau kemuliaan di dunia ini yang dihasilkan oleh lembar kertas yang menjadi sumber sesuap nasi itu.

Rabu, 28 Desember 2016

Closing of 2016

Bismillahirrahmanirrahiim.

Kamis, 15 Desember 2016. Aku resmi memindahkan tali toga dari kiri ke kanan.
That day was my graduation!
Alhamdulillah.

Dan akhirnya, aku bisa tinggal beberapa minggu dengan Ibu, setelah tiga tahun tak bertemu. Always, on December, especially at its 13rd.





Closing of this year; 2016. It was the beginning of the future.